Malam Ini Saja

Termangu di pojok restoran, menunggu kamu yang tidak berubah ternyata , “pasti duluan aku yang sampai”
Pertemuan ini bukan yg pertama , namun detak jantung ini belum juga terarahkan untuk tenang, sampai kamu datang , lama-lama detaknya makin kencang.

“Ahh itu dia”

Aan : “Maaf aku terlambat sedikit”

Me : Huh.. ” Its oke, udah biasa banget kok”

Kita tertawa.

Aan : ” So.. Malam ini kita ngapain?”

Me : “gimana kalo nonton?”

Aan : “good idea, ada film horror seru tuuh”

Me: “yippi…… “

Aan: “dasar kamu.. Gak berubah”

Haha

Ditengah film, aku sama sekali tidak menikmati alur ceritanya, tapi genggaman tangan ini lebih indah dari sekedar film horror yang ujung-ujungnya mengejutkan…
Dahaga hatiku yang begitu rindu ini seakan terpuaskan, berada disampingnya, bersandar pada pundaknya..aah bisakah aku hentikan waktu ?

Me : “Aan…. Aku rindu sekali sama kamu”

Aan: ” aku juga.. Aku suka mimpiin kamu, dan kecewa karena saat aku terbangun itu hanya mimpi”

Me: “Boleh aku peluk kamu…”

Aan : “Gak boleh.. Maksud aku… Gak boleh sebentar”

Aah kamuu.. andai diizinkan aku tidak mau melepas pelukan kamu sampai besok, sampai nanti.,

Me : “Aan.. Wangi kamu belum berubah”

Aan : “Aku selalu ingat waktu kamu bilang, kamu suka sekali wangi aku, dan kamu selalu rindu, jadi biar aku seperti ini terus, agar kamu rindu terus”

Me: “hahaaa.. Kamu curang”

Lalu sepanjang malam ini, kami tertawa, bermanja, mengulang segala kisah, sampai rasanya tak ada lagi hari esok,
Malam ini saja, aku ingin habiskan waktu berdua bersamanya…
Seorang Aan…
Masa Laluku, yang Indah…

Me: “Aan sudah waktunya aku pulang”

Aan : “iya, kamu dijemput kan ?”

Me: “iya, Aan… Terimakasih sudah menjadi bahagiaku, terimakasih pernah bersamaku”

Aan : “kamu juga, aku akan selalu merindukan kamu”

Me: “kamu baik-baik yah di Perancis”

Aan : “kamu juga, baik-baik yah.. Jadi wanita yang kuat yah”

Lalu malam ini, kita tutup dengan sebuah Air mata yang terpendam sekian lama, dengan genggaman tangan dan kecupan di kening..

Aku berjalan menuju mobil suamiku..

Me : “Sayang…. Terimakasih sudah mengiinkan kami bertemu”

Suami : “Iya sayang, malam ini saja yah,
Besok kamu sudah harus mengantar Reno (anakmu) ke sekolah”

Me : ” iya papah…

C.I.N.T.A

Masalahnya……. Cinta itu terbentuk dari unsur namamu + bahagia x rindu / nyaman lalu bermolekul menjadi nyawa untukku….
Juga semangat untuk hariku :)

Selamat Ulang Tahun

Selamat ulang tahun kamu wanita hebat
Yang selalu merasa ada jiwa perkasa di dalam dirimu,
Kamu memang perkasa, kamu tidak lemah sayang..
Walau kadang kamu masih ke kanak-kanakan..

Kamu cantik, kamu baik,
Kamu penyayang, kamu tidak pernah memilih-milih orang yang kamu sayangi
Kamu masih sedikit egois, walau kamu selalu belajar untuk bersabar
Kamu pintar, kamu tidak berhenti untuk belajar.
Layaknya perempuan, kamu terkadang boros, tapi kamu tidak pernah lupa bersedekah kan ?
kamu pecinta yang hebat, kamu mencintai segalanya,
keluargamu
Calon suamimu
Keluarga calon suamimu
Sahabat-sahabatmu
Teman-teman kantormu
Binatang peliharanmu
Anak kecil
Kucing dijalan
Binatang yang dijual
Bahkan orang yang baru kau temui

Ayo kamu sedikit lupa agamamu yah
kamu mulai jarang belajar memperdalam agamamu

Kadang rasa sayangmu juga tidak terkontrol, sampai orang-orang di sekitarmu suka menilai yang macam-macam.
Kamu juga suka dibicarakan yang jelek,
Tapi tidak apa yah sayang,
Biarkan mereka berbicara apa,
Mereka juga tidak sempurna

Selalu bersyukur yah, kamu memang tidak sempurna, tapi kamu punya orang-orang yang menyempurnakan hidupmu..
Kapanpun ..selamanya..
Aku yakin mereka tidak akan berhenti mendukungmu..
Senyum yah sayang,supaya kecantikanmu tidak luntur dimakan usia..

Walaupun diam-diam kamu suka menangis dalam gelap, sampai bantalmu basah, haha
Tak apa sayang, setiap manusia butuh menangis untuk kesehatan matanya.

23 tahun kamu sekarang, semakin dewasa,
Semakin baik,
Kamu Wanita Hebat, Wanita perkasa.
Semua orang sayang dirimu :)

hey sahabat

Hey sahabat apa kabarmu ?
Lama kita tidak berkeluh kesah atau membagi bahagia yah..
Aku rindu sekali padamu,
Taukah kamu sejak berpisah, kehidupanku ini sulit.
Ok..ok.. Kamu boleh tertawa, karena aku yang suka iseng ini, akhirnya down juga.
Tapi aku disini selalu bahagia kok, kamu tenang saja, aku kan jagoan…
Aku masih seperti dulu,
Masih cengeng, masih nakal, masih suka berbohong.
Masih sama ketika saat kamu pergi dengan pacar barumu.
Eh tenang saja, aku sedang tidak bicara pacarku tidak baik yah, dia baik sekali kok tapi dia tidak bisa gantikan kamu.
Kamu yang selalu membela aku, bahkan ketika aku salah.
Dasar bodoh kamu..salah kok dibela.
Tapi aku tau itu hanya agar aku merasa tidak sendiri kan! Iya kamu berhasil..
Bahkan ketika aku merasa benar-benar sendirian .kamu sukses mengerjai aku.
Ini hanya untuk surprise ulang tahunku kan ??
Eh tapi sudah 3 kali ulang tahun loh, kamu tetap tidak datang.
Mungkin ulang tahun ke 4 ini yah ?
Kalau gitu aku sudah sangat tidak sabar.
Sampai ketemu lewat mimpi yah..
Semoga kamu cepat berpisah dengan pacarmu si kain kafan itu yah..
Aku rindu kamu sahabat….. :)

rasa yang lain

Aku bingung apa lagi sih yang kurang sampe kamu belum juga bisa melamar aku !!!

Mau sampai kapan kita pacaran terus, Aku cape dirga !!!!!capek…… !!!

Aku lihat dirga hanya menunduk dan itu makin membuatku marah…

I need alone..

Dirga berpaling dan yang aku dengar dia hanya berkata “Maafkan aku yank “

Aku menarik napas panjang, aku memikirkan hidupku, masa depanku…

6 tahun sudah aku dan dirga berpacaran, dan itu bukan lagi pacaran yang bergaya anak muda, kami serius, karena umurku pun sudah menuntut sebuah keseriusan menjadi wanita sepenuhnya…

Tapi dirga belum juga berani melamarku, banyak yang dia pertimbangkan,  yang paling utama adalah usaha yang baru dia kembangkan, dia ingin fokus atas itu semua..

Lalu bagaimana dengan aku..27 tahun saat teman-temanku sudah memiliki 2 – 4 anak, aku masih begini…

Aku tumpahkan segala masalahku di tempat tidur ini, bagaimana hidupku seperti ini..padahal aku adalah seorang perencana yang baik, karirku sukses karena ide-ide cemerlangku untuk kemajuan kantor selalu berhasil…

Lalu bagaimna dengan planing hidupku..

“ya allah mungkin aku terlalu optimis atas pilihan pendampingku, hingga aku tutup pintu hatiku untuk orang yang mungkin kau tunjukan terbaik untuk hidupku..

“ampuni aku ya allah, izinkan aku merasakan bersama orang lain…orang lain yag mungkin terlewatkan ya allah”

Aku mau bersama orang lain, merasakan bersama orang lain satu kali saja,,,, bukan dirga…bukan dia ya allah”

Dan aku rasakan sejuk…sunyi….

 

“Selamat Pagi Istriqu sayang “ .. aku rasakan seseorang mencium pipiku…

Aku buka mata, tapi sulit sekali melihat..silau..

Matahari menyambutku dan perlahan aku buka mataku..

Dan………….

“HUAAAHHH…………ngapain Kamu dsini !!!!!

“Rian !! kamu ngapain disini, dan aku dimana ….

Aku lihat sekelilingku…tempat ini begitu asing ..

“Aku dimana…. Rian kamu ….Ini apa….. “

Bagaimana ini mungkin, kenapa ada Rian disini…

Rian yang aq ingat adalah mantan pacarkuu saat SMP..dan yang aku ingat dia memang ada punya satu tempat di hati ini…ntah dimana, aku masih menyanginya walaupun kami memiliki kehidupan sendiri-sendri.. kami menyimpan rasa ini berdua..hanya kami yang tau..dan atas nama persahabatan..rasa ini bisa kami sembunyikan…

“Sayang kamu kenapa sih….kamu masih gak enak badan yah.. “

Rian mendekatiku dan memegang jidatku..

“Ini apa yah …tolong jelasin ke aku, aku dimana dan kamu….

Aku menoleh ke arah kiri, dan di sudut tembok bercat hijau itu aku lihat fotoku dan Rian memakai baju adat ..Baju adat daerahku yang biasa dipakai pada saat pernikahan..

Aku melompat dari tempat tidur itu dan mendekati foto itu,,,

Dan aku makin terkejut karena tidak hanya ada 1 foto itu..di beberapa sudut pun aku lihat fotoku  dan Rian dengan baju pernikahan lainnya..

Dan makin terkejut ketika aku sadari bahwa aku memakai baju yang sangat tipis, dan terlihat pakaian dalam yang aku gunakan..

Ooh tuhann.. apa ini..

“Sayang kamu jangan bikin aku takut dehh…tolong jelasin kamu knpa”

“Rian sekarang kamu bilang aku siapa kamu, kenapa ada foto2 ini..aku dimana dan kenapa aku bisa pakai baju seperti ini”

“Okeh..okeh sayang kamu tenang yahh.. Aku jelasin semuanya..

“kamu istri aku, kita menikah sminggu  yang lalu dan ini dirumah kita..dari kemarin kamu sakit, mungkin kamu kelelahan , maafin aku yah, gara-gara aku mau pindah cepat2 kamu sampe kecapean gini…aku nyesel.. tapi kamu jangan gini dong yank,, jangan bokin aku tambah bersalah…”

Aku masih bingung dan terduduk di sudut tembok…

Jadi aku istri kamu…

“kamu kenapa sih sayang..sekarang kamu yang jelasin ke aku…Rian menghampiriku dan mengajakku berdiri untuk duduk di tempat tidur..

“yang aku ingat aku bertengkar sama dirga, aku tidur sambil berharap aku merasakan kebahagiaan bersama orang yang mungkin terlewatkan… dan saat aku buka mata aku uda dsini..”

Rian tampak mencerna perkataanku dan sambil memegang tanganku dia berkata “mungkin km bener kecapean”…nanti kita ke dokter ya sayang…

Tapi aku..benar-benar merasa tidak seperti itu .. Ini semua asing buatku..bahkan genggaman tangan ini..rasanya tidak biasa..

Aku beranikan menatap wajah Rian ..dia masih sama seperti saat kita sembunyi-sembunyi  pergi nonton atau sekedar mengobrol sambil ngopi..bercerita apa saja..sambil sesekali bermanja-manja..kadang dia pun menggenggam tanganku..tapi tidak pernah selama ini…tidak pernah sedekat ini..

“rian…boleh aku tidur sebentar saja.. !!”

“boleh sayang..biar aku masakin sesuatu buat kamu yah..jadi saat kamu bangun nanti..kamu makan biar seger” Rian menuntunku untuk berbaring….dan aku langsung miringkan badanku, dan aku rasakan selimut menutupi badanku dan sebuah kecupan di rambutku…..Aku ingin segera terlelap..

“ya allah maaf karena aku tidak bersyukur atas semua yang telah kau berikan”

Aku buka mataqu perlahan…aku ingin mencerna semua keadaan ini..berharap ibuku ada di depanku.. dan dirga menelepon untuk meminta maaf padaku..seperti biasa.. yaa seperti biasa dan tidak membingungkan seperti tadi..

Kamarku masih sama seperti tadi..aku lihat sekeliling foto-foto itupun masih sama…

Dan aku rasakan sesuatu memberati badanku..setelah aku lihat ke samping..ternyata rian ada dsmpingku..tangannya merangkul perutku…

Ooohh…smuanya masih sama..

Jadi aku harus terima ini semua ya allah !!!”

Aku perhatikan wajah rian yang terlelap, semuanya sama..hanya keadaan ini  yang berbeda…dia masih punya tempat dihati ini…tapi bagaimana dengan dirga..bukan berarti  aku tidak mencintainya..cintaku tetap untuknya ..untuk dia yang 6 tahun ada di setiap hariku..dia dimana!

Aku tengok kesamping sebelahku. .aku mengenali Hpku, langsung aku raih dan aku baca semua inboxnya.. Hanya ada ‘LovelyHusby’ dan sepertinya itu rian..

Tapi sebentar..sebentar..aku lihat 1 sms namanya ‘dirga dstu ..aku baca smsnya

“Selamat menempuh hidup baru sister..bahagiaku selalu mnyertaimu”

Just that…aku cari lagi semuanya yang berkaitan dengan dirga..tak ada lagi..hanya itu..

Aku coba menelpon dirga ,saking seriusnya aku tidak sadar Rian sudah bangun ..

“Sayang uda bangun..

Cepat-cepat  aku matikan callnya dan menyimpan kembali Hpku ditempatnya..

“iaa..maaf yah aku ganggu kamu..

“enggak sayang..aku tadi ketiduran waktu liatin kamu tidur…habis aku bingung mau ngapain lagi..aku uda masakin kamu makanan..kita makan yah..

Okeh aku coba terima keadaan ini..bagaimanapun mungkin ini adalah doaku yang dikabulkan Allah..

“Aku masak makanan kesukaan kamu..tumis brokoli dan ayam goreng..”

Waw…takjub melihat makanan di meja makan ini..”kamu yang masak ??”

“iaa dong kan aku juga bisa nyenengin istriku”

Sambil aku lihat sekelingku..tempat ini seperti aku kenal..yaahhh.. rumah ini adalah rumah yang aku rancang bersama dirga saat aku bersamanya..persis seperti yang kami bayangkan dan gambarkan..

Tapi sekarang bukan bersama dirga aku menempatinya..Rian..kalau ini memang takdirnya..akan ku jalani..

Sambil terhnyut dengam masakan rian..aku merasa lebih baik…

“rian….boleh aku bertanya!!”

“boleh sayang..

“Bagaimana keadaan Dirga ???

Rian terdiam dan…. “aku dengar istrinya sudah isi 3 bulan yank”

Aku tersedak……APAA !!

“eey sayang pelan-pelan dong ..

Aku minum airku dan tidak berkata apa-apa…jadi ini kenyataannya…cukup aku tidak ingin tau lebih banyak..ini gila..

Aku mulai baikan…sekalipun ini tetap terasa gila…

Aku berjalan mengitari tiap sudut rumah ini….ini benar-benar persis sperti yang aku dan dirga rancang…semuanya,,,tak ada yang terlewatkan….ehhh…sebentar-sebentar…Aku baru menyadari ternyta dibagian taman belakang rumah ini ada kolam renang…Seingatku aku tidak pernah merancang kolam renang disini..lalu kenapa ada !!!

“Hai sayang.,kamu mau berenang:”

Rian mengejutkan lamunanku…

“hah !! engak kok , aku Cuma takjub sama kolam renang ini, kamu yang merancang yah..

“Ini kan kejutan yang aku kasih ke kamu sayang..kamu lupa yah,kamu peluk aku erat banget, waktu pertama kali kita masuk kerumah ini dan kamu liat ada kolam renang disitu..”

Aku….Diam…dan ……..”iaa sayang..maksud aku,aku takjub karena kamu sampai berfikir seperti ini, you’re the best”

Aku berusaha tersenyum untuknya..untuk suamiku Rian…

Aku masih melihat-lihat sekitar taman kecilku..tanpa sadar Rian ada dibelakangku..

Tanpa sempat berkutik,Rian memelukku dari belakang, dan mulai menciumi leherku…Dan tangannya mulai menjelajah seluruh tubuhku..

“Sayang haid kamu uda selesai belum..aku uda gak sabar nihh..uda satu minggu aku nahannya,Rian berbisik sambil sesekali menciumi leherqu..

“ehh iaa..rian..coba-coba sebentar aku lihat dlu yah kekamar mandi..

Aku langsung lari meninggalkan rian..dengan sejuta perasaan aneh di dadaku..

Di kamar mandi, aku berfikir keras..rian bilang dia bertahan satu minggu, dan usia pernikahan kami satu minggu, jadi setelah menikah aku belum memberikan nafkah batin untuknya..

Ooh tuhan siapkah aku untuk ini..aku mulai memeriksa, sedari tadi aku benar-benar tidak sadar ternyata aku pakai pembalut… jadi kemarin-kemarin aku haid..Dan aku sedikit lega, ternyata haid ini masih ada..dan aku  tidak perlu melakukan sesuatu yang aku sendripun belum siap, belum mengerti dan belum tau harus bagaimana..

Aku keluar dari kamar mandi dan terkejut ketika menjumpai rian di depan pintu kamar mandi

“Eeeh kamu ngapain sih sampe segitunya..sabar sayang.. haidkuu masih ada..maaf yah “

Rian tersenyum dan berkata “gak papa sayang…. tapi kita mandi berdua yuk, kan setelah menikah kita belum pernah mandi berdua”

Aku shock…terkejut dan..tidak tau harus bilang apa…..Aku hanya dapat mematung..kaku..

Rian tiba2 tertawa “hahahaa…muka kamu lucu banget sih sayang…aku kan cuma bercanda, Aku tau kamu kan gak  suka mandi sama-sama..lagian nanti aku tambah nafsu lagi liat badan kamu, jadi bisa kita pending habis kamu selesai haid yah..

Aku…Diam.. dan hanya dapat tersenyum………………….!!!!!!

Bagaimanapun aku harus terima kenyataan ini…

Rian suamiqu dan aku harus melayaninya lahir dan batin,

Seperti saat ini, dikamar ini, aku hanya bisa memejamkan mata , bukan tidur hanya ingin meresapi keadaan aneh ini ..

Aku rasakan ada yang naik ke tempat tidur ini juga, tiba-tiba dia memelukku, menciumi badanku..

Aku tau itu Rian, dan aku semakin tak bisa berkutik karena dia suamiku dan berhak melakukan apapun sekalipun aku risih.

“sayang kamu belum tidur kan”

“belum, aq jawab !!

“haid kamu kan uda selesai sayang, boleh aku minta itu”

“aku membatin ,sesaat diam. Aku buka mata dan menatap rian “sayang malam ini aku cape banget, boleh kita tunda sampai bsk malam..pliss”

Rian mendekap manja dan berkata  “iaa sayang gak papa, bsk malam, kamu  pakai baju yang aku kasih waktu antaran pernikahan yah”

“iaa sayang aku janji, dalam hatiku hanya bisa berkata “thanks rian, aku hanya belum siap, besok aku janji akan menjadi istrimu seutuhnya , aku janji”

Dan aku tidur dengan dekapan hangatnya.

Aku sengaja bangun pagi dan menyiapkan sarapan, seperti yang aku katakan pada diriku aku mau menjadi istri yang baik  , yang melayaninya dengan baik dan sungguh-sungguh..

“morning sayang…. Aku terkejut karena rian tiba-tiba memelukkuu dari belakang…

“eh kamu apaa sih sayang suka ngagetin gtu, nih aku siapin sarapan buat kamu”

Rian belum melepaskan pelukannya, dan aku sangat menikmatinya , sangat hangat..inikah rasanya pelukan seorang suami, yang aku dambakan sesaat lalu…

Aku pejamkan mata, aku nikamti semuanya, rian pun melakukan hal yang sama…

Pagi ini kami terbuai,  menikmati kehangatan keluarga baru kami, yang akan kami bangun berdua dan dengan anak-anak kami nantinya.

“sayang jangan tinggalin aku yah “ rian meleburkan hangat yang aku rasakan

Aku berbalik dan menatap wajahnya, aku terpesona karena pagi ini dia terlihat berbeda , aku peluk dia , aku ingin rasakan hangat ini lebih lama lagi …aku jatuh pada hangat kasihnya, aku akui aku sangat jatuh..

“sayang jangan kerja hari ini yah..aku mau  lama-lama bersama kamu”

Aku tak sadar apa yang aku katakan atau aku memang baru merasa memiliknya..

“rian tersenyum dan berkata “nanti malam kita ketemu lagi yah, aku kerja dlu pagi ini”

Pagi ini kami lalui dengan hangat di meja makan..

“aku berangkat sayang, rian menciumi wajahku

“hati2 sayang..dan hangat itupun ilang selalu dengan berlalunya mobil rian..

Dirumah aku hanya bisa berdiam diri, aku memikirkan segalanya yang membingungkan ini, namun bagaimanapun Tuhan begitu baik, karena telah mengabulkan doaku..

Aaah indahnya, terimakasih Tuhan,

Ehmm aku mau memasak makanan spesial untuk suamiku..

Kriiing… Suara telepon mengagetkanku

“halo siang..

“betul ini ibu Meta istri dari bapak Rian”

seketika jantungku berdegup begitu keras, “I…iya pak betul , ada apa?”

“suami ibu mengalami kecelakan dan nyawanya tidak tertolong, sekarang kami sedang dalam perjalanan ke RS  “

Aku…aku…tidak bisa berkata-kata lagi, aku diam mematung dan tidak tau harus berbuat apa, aku rasakan dunia berputar seketika, begitu cepat..sangat cepat..

“Metaa…Metaa bangun…”

Pandanganku masih buram, kepalaku pusing, ahh lemas sekali badanku..

Aku coba membuka mataku, samar-samar , tapi aku orang di depanku tidak asing.

“Ibu..

“kamu gak kerja hari ini,

“hah..IBU.. aku berteriak, Rian dimana buu ??

“Rian ? Rian mantan kamu itu..loh kenapa kamu tanya dia?”

Seketika itu juga aku ambil Hpku, aku lihat isinya, tidak ada apa-apa, sama ketika terakhir itu.

“kamu kenapa sih”

Ibu mengejutkan ku, “tidak apa-apa ibu, hari ini aku mau dirumah saja”

“ya uda kalo gitu”

Call …

“Halo morning metaa”

Suara Rian

“heyy..halo..meta..ada apa?”

“Ri…rian..kamu baik-baik saja ?”

“aku baik, kamu kenapa met ? kamu sakit”

“apa kita…ehmm aku siapa rian?”

“haha, kamu itu kenapa sih met.. sampai kapanpun kamu akan tetap jadi sahabat aku yag paling aku sayang”

Aku terdiam..berarti semuanya sudah kembali seperti semula..

Ya Allah..aku berjanji akan mensyukuri segala yang sudah aku miliki..

Haahh… aku butuh bernafas,

“ok Rian have a nice day for you”

“Yess you too meta “

 

Rasa, Hidup dan Dilema

Awalnya hidupku begitu datar, sama seperti kisah cintaku yang datar, dingin, tanpa kepastian, hanya menjalani  saja yang ada.

6 tahun kami bersama, kami sudah berencana menikah malah, tapi entahlah seakan waktu belum mengizinkan..kami jadi semakain dingin, aku diam begitu juga “Deri” dia hanya bisa menjalaninya seperti air yang alirannya tak tau berujung kemana..dan aku setiap hari aku merasa abu-abu.

Sampai ketika itu “ian” datang, dia lebih muda dariku, teman kantorku, setiap hari kami bertemu, kami bercanda, dia menyenangkan dan membuatku bergairah seperti muda kembali..

Hari-hariku begitu berwarna, dia selalu bisa membuatku tertawa,,

Aku …sepertinya aku menyukainya..tapi tidak untuk cinta, cintaku tetap untuk “Deri”

Namun lama-lama aku terjebak pada suatu rasa yang entah apa, “Ian terlalu menyenangkan dan rasa ini terlalu indah untuk diingkari.

“ian tau aku punya Deri, Deri pun tau aku dekat dengan Ian, jadi tidak ada yang perlu dikwatirkan..

Dan sampai suatu hari, “Ian masuk rumah sakit karena sesak nafas, awalnya aku pikir sesak nafas biasa karena kebiasaan merokoknya, namun ternyata lebih dari itu.. dan dari sini semua kisah itu bermulai..

Hampir setiap hari setelah pulang kerja aku menemani “Ian, memberinya semangat dan bercerita apapun, bahkan ketika sesak itu kambuh dan dia butuh bantuan oksigen. Semakin hari kondisinya memburuk, namun dia masih bisa tertawa saat bersamaku.. aahh dasar “Ian..

Dan hampir setiap hari juga aku menangis untuknya, aku merasa kehilangan sosok yang bisa menghibur dan menjagaku. Aku pernah mengajak Deri  beberapa kali dan diapun merasa sedih melihat Ian.

Sampai suatu malam tiba-tiba “ia memegang tanganku dan meminta aku untuk menikah dengannya” , Ini begitu mengejutkan …
“lala.. mungkin hidupku di dunia ini hanya tinggal sebentar, tapi aku mau kamu yang ada disampingku menemani saat-saat terakhirku ,bukan seperti ini karena aku tidak ingin menambah dosaku, aku mau kita halal, menikahlah denganku dan temani sisa hidupku”

Aku hanya bisa terdiam… Karena sekarang yang memintanya bukan lagi “ian, tapi orang tuanya, dan dia memintanya di depan orang tua ku..dihadapanku sekarang, seminggu setelah ian bicara,

Orang tuaku terkejut, karena setau mereka aku akan menikah dengan deri, Dan deri pun hanya bisa diam membeku ketika aku ceritakan hal itu..

Aku berada pada posisi yang terpuruk, aku bingung, aku tidak tau harus berbuat apa, didepan orang tua “Ian yang menangis dan hampir bersujud di depanku, aku hanya bisa diam dengan tatapan kosong.

“Tolong ibu Lala, tolong Ian.. tolong kami.. Kata dokter hidup Ian memang tidak akan lama lagi, dan yang dia minta cuma kamu, tolong Lala.. “

Semakin tidak mudah, bagaimana aku menjelasan pada keluarga Deri dan orang-orang. Ya Allah berat sekali dilema yang kau berikan. Bismilah… “aku mau menikah dengan Ian pah mah, tapi tolong rahasiakan ini dari semua orang terutama keluarga deri..” untuk Deri biar aku yang menjelaskan..”Papah nikahi aku dengan Ian.. Insyallah ini jalan yang memang ditakdirkan dan aku harus menjalaninya”

“Deri..aku minta maaf , kamu selalu menjadi yang terbaik untukku, kamu selalu mengerti aku, kita sudah lalui 6 tahun lamanya, kita tidak pernah punya masalah sedikitpun, kecuali pernikahan kita yang tertunda. Untuk beberapa waktu , aku mohon ikhlaskan aku menikah dengan Ian. Karena ini permintaan terakhirnya, hidupnya tidak akan lama, namun apabila Allah izinkan dia untuk sembuh, tolong ikhlaskan aku bersama dia, aku selalu percaya jodoh, kalau memang kamu jodohku, kita pasti bersama.. aku tidak tau harus berkata apa selain maaf, maaf, maaf kan aku deri”

“Deri terdiam..”Lala aku tau ini juga begitu sulit untuk kamu, aku ikhlaskan kamu, Insyallah aku siap..Namun jangan bunuh rasa Cinta itu, karena ini sudah begitu dalam, dan aku pun tidak bisa berhenti menyalahkan diriku yang belum bisa menikahimu..aku yang seharusnya minta maaf”

Dan pagi itu juga,dengan pakaian yang sederhana, mas kawin yang sederhana aku dan Ian menikah dirumah sakit , Ian hanya bisa terbaring lemah,namun lancar mengucapkan ijab qobulnya, semuanya menangis, ibu Ian, kakak Ian, mamaku ,papaku..dan aku..

Malamnya, aku menemani Ian sendiri, aku melihatnya begitu berseri-seri, aku tidak mau menunjukan rasa apapun, karena sekarang aku istrinya, dan dia berhak melakukan apapun padaku.

Aku lepas jilbabku, aku ganti celana dan bajuku untuk setelan tidur. Ian melihatku dan mukanya merah , aku tertawa “kamu kenapa ?”

Ian: “Aneh, tidak biasa, tapi aku bahagia” sambil tersenyum

“aku tidur disamping kamu yah” tanpa menunggu dia menjawab aku rebahkan badanku disampingnya, aku tatap matanya “Ya Allah sungguh surprise rencanamu”

“Ian menatapku, lalu tangannya menyentuh wajahku “Terima kasih sudah mau mengorbankan perasaanmu Lala, bilang Deri aku pinjam calon istrinya sebentar” Ian tertawa..

Aku cubit perlahan dia dan aku mulai memeluknya , aku sadar sebagai istrinya aku harus siap melayani dia”

“Ian tersenyum dan berbisik padaku “Aku gak kan ngapa-ngapain kamu, karena aku menikah dengan kamu hanya untuk menemani sisa hidupku secara halal, lagian mana kuat aku nanti jantungku berdegup lebih kencang dari ini, dan malah merepotkan kamu” lalu kami tertawa.

Malam itu aku tidak ingin memikirkan apapun, aku hanya ingin memeluknya, menjaganya, menemaninya..

Sesaat kemudian, Ian membangunkan aku dengan suara sesaknya, dia memegangi dadanya dan aku lihat dia begitu tersiksa , dengan cepat aku panggil suster dan suster mulai memberikan pertolongan kepadanya. Oksigen, jarum suntik.. aahh aku hanya bisa menangis.

“bapak Ian sudah kami beri obat penenang bu, sekarang dia sedang tidur” kata suster kepadaku.

Aku pandangi dia, “Ian sekarang aku yang tidak bisa tidur”

Aku teringat Deri , aku coba menelponnya, “asalamualikum lala..”

“Kamu belum tidur der ?”

“belum, kamu sendiri  kenapa belum tidur?”

“Ian kambuh sesaknya, tapi sekarang dia sudah diberi obat penenang dan dia tidur, mungkin dia lelah”

“ooh “

“Der… aku kangen kamu” tak terasa air mataku mengalir

“kamu yang kuat yah lala…aku mau coba tidur”

Aku sudah tidak bisa berkata apapun, karena deripun tak mau lagi mengungkapkan perasaanya, bukan, bukan salah dia..salahku memang”

“Asalamualaikum Lala”

“Walaikumsalam Der.”

Pagi ini aku sengaja mandi lebih cepat aku berdandan. Aku mau menyapa suamiku

“Pagi sayang” aku membangunkan dengan mengecup pipinya dan dahinya, “Ayo bangun, hari ini cerah..aku mandikan kamu yah”

“Pagi cantik, wah harum sekali kamu, biasanya kamu malas mandi kan” Ian tertawa, dia selalu begituu..

Dan untuk pertama kalinya aku mandi bersamanya, bukan..bukan bersama, tapi aku yang memandikan dia, aku pakaikan baju,celana dan sedikit bermain dengan bedakku, lipstik , blush on..iyaa..kami bercanda, aku mendandani dia, dia diam dan membuat kami terbahak-bahak ketika dia berkaca.. kami berfoto, bergaya..aaahhh

Sampai tak sadar mama ian melihat kami dari balik gorden kamar rumah sakit, dia tersenyum bahagia ”ehh mamah, aku gak lihat..hehe jadi malu” kata ian, dan akupun hanya bisa tertawa malu, sambil menghapus make up ian, hasil keisenganku..

“gak papa, mamah Cuma main kok , mama seneng ian kelihatan sehat” Tak bisa dia tutupi matanya yang bengkak sehabis menangis semalaman, kasian mamah ian…

Hari berlalu,aku memutuskan untuk berhenti berkerja dan  aku habiskan hariku dengan membacakan buku disampingnya,menyuapinya, bercanda, bermain catur, ular tangga, kartu, apapun yang bisa dilakukan ditempat tidur, bermanja-manja,memeluknya , menciumnya. Namun beberapa kali juga semuanya harus terhenti karena sesak nafasnya kambuh dan dia butuh pertolongan dokter.

Sampai disuatu siang setelah terbangun dari tidurnya setelah kambuh, aku lihat dia begitu lemah, matanya sayu tidak seperti biasanya, “sayang..tolong panggil mamah dan semuanya kesini yah” suaranya lirih..lalu ian menggenggam tanganku “lala kalau aku sudah tidak ada kamu menikah dengan deri yah, sampaikan padanya aku minta maaf karena suda meminjam calon istrinya”

“jangan bicara seperti itu ian…tolong aku tak sanggup”

“aku sayang kamu lala, terimakasih sudah menjadi istri yang baik, insyallah surga tempatmu”

Tak lama mamah serta kakaknya  datang, Ian mulai sesak namun kali ini, bukan sesak seperti biasa, sakaratul maut tepatnya..semua menangis,

“Ian, pergilah dengan tenang, kamu suami yang baik, insyallah surga tempatmu”

Tak lama, tangispun terpecah, Ian meninggalkan kita semua,

Aku hanya bisa memandanginya yang dipeluk mamah serta kakanya yang seakan belum rela, aku diam, air mataku seakan sudah kering , aku lalui saat-saat membahagiakan sekaligus menyedihkan untukku, air mata pun tak absen setiap hari, aku lega Ian sembuh, dia tidak tersiksa lagi dengan rasa sakitnya pasti.

“Deri..ian meninggal, tolong dampingi aku mulai hari ini”

Di rumah ian, aku tak lepas berhenti memandang wajahnya, ada deri disampingku yang membacakan yasin..sudah aku sampaikan semua pesan ian pada deri, deri yang baik …insyallah selanjutnya kamu..menjadi pendampingku selanjutnya..

“Selamat Jalan Ian..doaku bersamamu”

Dear Zombie

Hey manusia kaku yang dingin..
Kamu itu diciptakan dari es yah ?!
Bagaimana bisa semua hal kamu anggap datar, bahkan kata-kataku kau artikan datar saja,
Padahal ada maksud yang tersirat,
Ada kekawatiran yang aku simpan saat aku tanya “apa kabar ,kamu sehat?”
Dan candaan itu “aku dihatimu”
Sejujurnya aku memang ingin sekali ada dihatimu..

Kamu memang tidak mengerti atau aku memang tidak menarik untukmu ..
Ahh tak apalah.. Untukku ketika kamu balas candaku saja sudah menyenangkan..

Menyayangimu dalam hati , karena dinginmu yang tidak tersentuh.. Sudah cukup untukku zombie..

Kali ini hujan selalu mengingatkan aku padamu, kamu pasti tidak tau..

“Aku suka dirimu” katamuu..
Tapi sayang itu bukan untukku,
Itu jawaban saat aku tanya arti dari bahasa aneh itu..
Haha, tak apa.. Walau jantungku sempat berdegup kencang..

Lalu kamu hadir kembali dalam mimpiku..
Kita digunung ketika itu..ahh menyenangkan..
Zombie meski kamu tidak akan pernah tersentuh dan tidak nyata..
Untukmu aku punya satu kesempatan untuk mengenalku lebih jauh :)

*pelampiasan imajinasi pada sosok yang tak tersentuh dan keadaan yang sepi,hening dingin..

Aku mau bersenang-senang

Aku jatuh cinta padamu setiap saat, namun sejak malam itu aku mau istirahat.
Terlalu berharap berlebih padamu, membuat aku lupa masa mudaku,
Aku hanya memikirkan tentang kita,
Bagaimana kita..
Dan sekarang aku tertawakan semuanya,
Semoga tas kulitku tidak terkelupas,
Pakaian-pakaian itu tidak robek dimakan masa..
Sepatuku tidak menciut kekecilan,
Alhamdulilah aku tidak pernah menyebutkan nama pada doa jodohku,
Jadi dengan siapapun aku dijodohkan oleh Allah, Aku siap…
Maaf bukan tidak mengerti perasaanmu, tapi kamu pun tidak tau rasanya jadi aku..
Karena aku bukan Penyabar,
Lupakan saja semuanya
Aku mau bersenang-senang..

AKU BENCI MALAM INI

Malam ini kamu ajak aku bicarakan semuanya tentang itu. Iya tentang pernikahan,
Dan apa kau tau aku sudah merasakan debarnya jauh sebelum malam ini..
Aku yakin pasti ada kabar bahagia, aku yakin…

“Maaf aku belum bisa melamarmu dalam waktu dekat ini”

Hening….

Dan…….. HAHAHAHA.. Its oke aku Bahagia, ternyata benar kabar yang membahagiakan, Aku tertawa sejadi-jadinya, hatiku bergetar, aku ingin berteriak sambil tertawa…
Aku tidak MARAH tenang Saja, sejak mengenalmu Aku bukan pemarah lagi kan,
Kamu Sempurna buat aku..iya SEMPURNA..
Ini Lucu harus berapa tahun lagi kita menumpuk dosa,,coba kau tau rasanya jadi Aku. DAN AKU TERTAWA…
AKU INI MASIH MUDA BUKAN ??!!
Dan kamu mnyuruhku untuk menikmatinya,
HAHA , terimakasih laki-laki baik nan tulus,
Kamu Memang sangat TEGAS, iya TEGAS..
Waw…

AKU BENCI MALAM INI, kenapa tidak dari dulu kamu bicarakan ini…
TERIMA KASIH ya..

Waktunya bersenang-senang…

Apa Aku Bilang !!!

Malam ini aku mengingat-ingat pertama kali kita ketemu..
Awalnya kamu itu menyebalkan, kamu dingin, cuek dan gak sopan sama senior..
Iya karena kamu baru masuk kantor dan pengalaman ku sudah 4 tahun, jauhh kan dari kamu !
Seiring waktu aku lihat kamu itu pemalas, tidak bisa diatur daann.. Ahh menyebalkan..

Apalagi saat kamu bicara, datar tanpa ekspresi ..
Tatapanmu kosong dan siapapun terlihat tidak menarik dimatamu..

Hah,. Seorang aku mau disepelekan !!
Lihat saja nanti..

Lalu setelah itu semuanya berjalan natural,
Tidak ada yang dipermainkan..
Aku semakin kenal kamu,
Kita semakin sering bertemu dan bicara..

Dan pagi tadi status Facebook mu
“Hahh.. Melihat dia setiap hari bisa mencairkan hatiku”

Haha
Apa Aku Bilang..
Kamu pasti Akan Jatuh Cinta Kepadaku..

Puasnya hatiku..
Kasihan kamu,Makanya dari awal jangan remehkan Aku..

Siangnya aku lihat mukanya berubah drastis,
Saat dia tau aku istri dari bosnya !!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.